Munafik, Menteri PKS Dipecat Semua

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) tampaknya akan menuai badai. Strategi politik standar ganda yang selama ini jadi andalan tampaknya ke depan sudah tak akan efektif lagi. Sebab para tokoh dan publik sudah mencium strategi standar ganda itu sebagai suatu kepalsuan dan tak bisa ditoleransi. 
Amien Rais, misalnya, menganggap PKS sebagai partai munafik. Karena pada satu sisi masuk dalam kabinet yang nota bene banyak mengeruk keuntungan (kekuasan dan ekonomi), tapi pada sisi lain justeru menikam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendapat simpati publik.
Karena itu wajar jika Presiden SBY akan memecat semua menteri dari PKS. Ketua Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat Ulil Absyar Abdalla menegaskan seluruh menteri dari PKS akan direshuffle oleh Presiden SBY di dalam kabinetnya. Gerindra dipastikan akan mendapatkan jatah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
"Seluruh menteri dari PKS akan dipangkas di dalam kabinet," ujar Ulil usai acara 'Persiapan Rekonsiliasi dan Rekonstruksi Bangsa dan Negara' di kantor PNBK, Jl Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (6/3/). Ulil menjelaskan, dalam koalisi pemerinatahan, anggota koalisi harus menjamin pemerintahan yang efektif.
"Pemerintahan tidak akan melaksanakan kebijakan dengan tenang karena selalu diterpedo. Ini harus diwaspadai," terangnya.
Terdepaknya PKS dari kabinet, menurut Ulil, dikarenakan partai tersebut menciptakan kondisi yang tidak stabil dalam pemerintahan.
"Golkar dan terutama PKS itu selalu mengganggu citra pemerintahan SBY yang seharusnya nasionalis, pro Bhinekka Tunggal Ika, dan Pancasila," kata Ulil.
Pada kesempatan itu, Ulil juga  membenarkan peluang masuknya Gerindra dalam kabinet SBY. Namun Ulil tidak menyebut berapa jatah kursi yang didapatkan oleh Gerindra.
"Gerindra kemungkinan besar akan ditampung, dan keluarnya PKS," jelasnya.
Tak hanya kalangan petinggi Partai Demokrat yang gerah dengan sikap PKS terhadap pemerintah. Sebelumnya, Ketua MPP PAN Amien Rais mengkritik keras sepak terjang PKS.
"Saya maklum kalau Demokrat gerah, karena PKS tangan satunya salaman dengan pemerintah tapi tangan satunya menusuk pinggang pemerintah," tukas Amien di Gedung DPR RI, Jumat (4/3).
Menurut mantan Ketua MPR ini, SBY harus tegas mengeluarkan partai-partai koalisi yang mbalelo kepada pemerintah. "Saat ini, kepemimpinan Pak SBY sedang diuji. Sejauh yang saya pelajari dari ilmu kepemimpinan, memang pemimpin harus berani mengambil resiko. Kalau pemimpin tidak berani mengambil resiko pasti oleng di tengah jalan, maju mundur nggak jelas," tandasnya.
Menurut Amien, mengeluarkan PKS dari koalisi juga pasti ada resiko politiknya. "Saya rasa pasti ada resikonya. Kalau PKS dikeluarkan, itu tetap ada resikonya. Itu harus dikalkulasi, daripada seperti ini, hidup dalam kemunafikan," tandasnya.
Memang, tambah Amien, partai munafik ada juga yang berhasil. "Walaupun munafik, banyak juga yang berhasil. Itu namanya 'Muntaber', munafik tapi berhasil," kelakar Amien.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa ada anggota koalisi yang tidak sinergis dengan visinya dengan melanggar kesepakatan.
Sedangkan, jelas dia, PKS merasa tidak ada kesepakatan yang dilanggar oleh mereka terhadap kontrak politik yang disepakati. "Jadi ini masalah ada partai yang merasa dan partai yang tidak punya perasaan," bebernya, Ahad.
SELENGKAPNYA BACA KORAN HARIAN BANGSA

Comments

Popular Posts